Baraca dan NTB Bekerja Sama untuk Memajukan Pariwisata Lombok Selatan
.webp)
Babak baru Lombok Selatan tidak hanya membutuhkan hotel, vila, dan wisatawan mancanegara baru.
Hal ini membutuhkan infrastruktur, tenaga kerja lokal, dan standar lingkungan agar dapat berkembang seiring dengan mereka.
Prinsip tersebut menjadi inti dari kerangka kerja sama baru antara Baraca dan Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menyatukan investasi swasta dan prioritas daerah dalam rangka pembangunan jangka panjang di Lombok Selatan.
Kerangka kerja tersebut mencakup rencana bagi Baraca untuk berinvestasi hingga 100 juta dolar AS dalam pengembangan vila dan resor berkualitas tinggi di kawasan tersebut, serta berbagai inisiatif yang berfokus pada pengelolaan sampah, pendidikan di bidang perhotelan, dan pengembangan tenaga kerja lokal.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan jajaran direksi Baraca di Kantor Gubernur di Mataram pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
Namun, makna dari kerja sama ini melampaui angka investasi itu sendiri.
Hal ini mencerminkan pandangan bersama mengenai apa yang dibutuhkan Lombok Selatan seiring perkembangannya: pertumbuhan pariwisata yang menciptakan nilai jangka panjang bagi destinasi tersebut dan masyarakat di sekitarnya.
Pembangunan Harus Melampaui Sektor Properti
Lombok Selatan semakin menarik perhatian para wisatawan internasional, pengembang, dan investor.
Bagi Baraca, pertumbuhan tersebut membawa peluang — namun juga tanggung jawab.
Sebuah destinasi tidak dapat berkembang secara berkelanjutan hanya melalui sektor properti saja. Jalan raya, sistem pengelolaan sampah, pendidikan, standar layanan pariwisata, dan lapangan kerja lokal—semua faktor tersebut memengaruhi apakah pertumbuhan pariwisata akan menciptakan nilai jangka panjang atau justru menambah beban pada daerah-daerah yang mengalaminya.
Hal ini juga menjadi inti dari pandangan Gubernur Iqbal selama diskusi dengan Baraca. Ia menekankan bahwa investasi pariwisata harus dikembangkan sejalan dengan perlindungan lingkungan serta tenaga kerja lokal yang mumpuni untuk memenuhi standar perhotelan internasional.
Hal itu menciptakan landasan yang lebih luas bagi pertumbuhan Lombok Selatan.
Alih-alih memandang setiap perkembangan secara terpisah, kerja sama ini memperhatikan ekosistem di sekitarnya: destinasi tersebut, masyarakatnya, serta infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung fase berikutnya.
Melindungi Lingkungan yang Menciptakan Peluang
Lingkungan alam Lombok Selatan merupakan salah satu keunggulan terbesarnya.
Oleh karena itu, melindunginya harus menjadi bagian dari strategi pembangunan.
Dalam kerangka kerja sama ini, Baraca akan mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah modern untuk wilayah Lancing dan Tampah.
Sistem yang diusulkan mencakup tempat sampah bawah tanah dan semi-bawah tanah yang didukung oleh armada pengumpulan khusus. Inisiatif ini direncanakan untuk dikembangkan bersama dengan organisasi lingkungan setempat dan para pekerja dari desa-desa di sekitarnya.
Ini memang infrastruktur yang praktis, namun mencerminkan prinsip yang lebih luas.
Jika pertumbuhan pariwisata bergantung pada kualitas suatu destinasi, maka upaya melindungi destinasi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang sekunder.
Bagi Baraca, pembangunan yang bertanggung jawab berarti melihat melampaui batas-batas suatu proyek tertentu dan mempertimbangkan apa yang dibutuhkan wilayah sekitarnya agar dapat berkembang dengan baik dalam jangka panjang.
Membangun Tenaga Kerja di Bidang Perhotelan Secara Lokal
Infrastruktur merupakan salah satu bagian dari persamaan tersebut. Manusia adalah bagian lainnya.
Pasar pariwisata internasional yang terus berkembang membutuhkan tenaga profesional di bidang perhotelan yang terlatih, dan oleh karena itu, salah satu aspek terpenting dari kerja sama NTB–Baraca berfokus pada pendidikan dan pengembangan tenaga kerja.
Baraca dan Pemerintah NTB berencana meninjau kurikulum sekolah menengah kejuruan pariwisata setempat, yang dikenal sebagai SMK, dengan tujuan agar pelatihan yang diberikan lebih sesuai dengan standar perhotelan internasional.
Para pihak juga sedang menjajaki program percontohan SMK yang berfokus pada bidang perhotelan di kawasan Mandalika, dengan instruktur dari Eropa yang diharapkan turut berkontribusi dalam program tersebut.
Inisiatif ini dikembangkan dengan mengedepankan prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), dengan tujuan agar para siswa dari komunitas sekitar dapat mengikuti pelatihan kejuruan ini tanpa biaya.
Tujuannya jelas: seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata di Lombok Selatan, semakin banyak keterampilan dan peluang yang tercipta dari pertumbuhan tersebut seharusnya dikembangkan secara lokal.
Bagi CEO Baraca, Asos Harsin, hubungan tersebut sangat mendasar:
“Investasi pariwisata bernilai tinggi hanya akan berkelanjutan jika dilakukan sejalan dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Melalui kemitraan ini dengan Pemerintah Provinsi NTB, kami tidak hanya menghadirkan destinasi kelas dunia di Lombok Selatan, tetapi juga berinvestasi pada sistem pengelolaan sampah dan sumber daya manusia lokal yang memungkinkan masyarakat ini tumbuh seiring dengan perkembangan destinasi tersebut.”

Kemitraan di Media Indonesia
Pengumuman tersebut juga telah menarik perhatian berbagai media di seluruh Indonesia, yang mencerminkan minat yang semakin luas terhadap pembangunan Lombok Selatan serta kerja sama antara Baraca dan Pemerintah NTB.
Berita-berita tersebut tidak hanya menyoroti rencana investasi tersebut, tetapi juga cakupan kerja sama yang lebih luas — mulai dari pengembangan pariwisata dan perhotelan hingga infrastruktur lingkungan serta pendidikan kejuruan lokal.
Berita ini telah diliput oleh berbagai media di Indonesia:

Bagi kami, perhatian tersebut semakin memperkuat alasan mengapa percakapan ini penting.
Pertumbuhan Lombok Selatan bukan sekadar soal properti. Hal ini merupakan bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai bagaimana pariwisata, infrastruktur, investasi, dan peluang bagi masyarakat lokal dapat berkembang secara bersamaan.
Pandangan Jangka Panjang tentang Lombok Selatan
Bagi para investor internasional yang meneliti Lombok, kerja sama ini memberikan sudut pandang lain mengenai perkembangan wilayah tersebut.
Lombok Selatan masih merupakan pasar properti dan pariwisata yang sedang berkembang. Artinya, peluang-peluang tersebut hadir sejalan dengan kondisi khas destinasi yang masih dalam tahap awal: infrastruktur sedang dibangun, kapasitas akomodasi terus bertambah, dan pasar terus berkembang.
Inilah tepatnya mengapa kualitas pembangunan itu penting.
Koordinasi pemerintah, infrastruktur lingkungan, pendidikan di bidang perhotelan, dan investasi swasta yang bertanggung jawab tidak menghilangkan risiko investasi. Yang dapat mereka lakukan adalah berkontribusi dalam membangun fondasi yang lebih kokoh bagi pengembangan jangka panjang suatu destinasi.
Perbedaan itu penting bagi Baraca.
Pendekatan kami terhadap sektor properti internasional selalu berfokus pada lebih dari sekadar properti itu sendiri. Kami mempertimbangkan lingkungan yang lebih luas di sekitarnya: waktu yang tepat di pasar, infrastruktur, kerangka hukum, pelaksanaan di tingkat lokal, faktor-faktor pendorong permintaan, serta unsur-unsur yang dapat menopang nilai properti dalam jangka panjang.
Di Lombok Selatan, hal itu berarti tidak hanya ikut serta dalam pembangunan itu sendiri, tetapi juga dalam ekosistem yang berkembang di sekitarnya.
Membangun Nilai. Membangun Kepercayaan. Membangun Dampak.
Tahap persiapan dan pengembangan kurikulum dalam inisiatif NTB–Baraca ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026, dengan pelaksanaan program diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027.
Bagi Baraca, kerja sama ini mencerminkan jenis pertumbuhan yang ingin kami dukung di Lombok Selatan: yang relevan secara internasional, terintegrasi dengan komunitas lokal, dan dibangun dengan perspektif jangka panjang.
Karena destinasi wisata terbaik tidak hanya terbentuk melalui pembangunan semata.
Hal itu terwujud ketika investasi, infrastruktur, masyarakat, dan wilayah berkembang secara bersamaan.
Jelajahi Lombok Selatan
Ingin memahami alasan investasi yang lebih luas di Lombok Selatan?
Jelajahi Panduan Baraca Lombok untuk mengetahui lebih lanjut mengenai infrastruktur, pertumbuhan pariwisata, dinamika pasar, dan faktor-faktor jangka panjang yang membentuk wilayah ini.
.webp)



.webp)